Hadist Riwayat Bukhari
Dari Adiy bin Hatim ra, Rasulullah saw berkata kepadanya, "Jka umurmu panjang, pastilah engkau akan melihat seseorang keluar dengan telapak tangan yang penuh dengan emas dan perak mencari orang yang mau menerima sedekah darinya, namun ia tidak menerima seorang pun yang mau menerimanya."
Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim
Dari Abu Huraiarah ra mengatakan bahwa Rasulullah saw, bersabda, " Kiamat tidak akan terjadi sebelum harta kalian melimpah ruah dan sebelum seorang lelaki keluar membawa zakat hartanya, namun ia tidak mendapatkan seorang pun yang mau menerima zakatnya itu."
Abu Hurairah ra mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda "Kiamat tidak akan terjadi sebelum api keluar dari bumi Hijaz, yang sinarnya sampai menerangi punuk-punuk unta di Bushra."
Hadist Riwayat Muslim
Dari Abu Musa ra, mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda, "Akan datang suatu zaman kepada kalian, di mana seorang lelaki berkeliling membawa sedekah berupa emas, namun ia tidak mendapatkan seorang pun yang mau menerimanya.
Hadist Riwayat Ahmad
Dari Abdullah bin Hiwalah ra bahwa Rasullah saw, bersabda, " Barangsiapa yang selamat dari tiga hal maka ia telah selamat tiga kali : (1) kematianku, (2) Dajjal, dan (3) pembunuhan khalifah yang tabah terhadap kebenaran."
Hadist Riwayat Thabrani
Dari Hudzaifah bin Asid ra, Rasulullah saw bersabda, " Kiamat tidak akan terjadi sebelum api keluar dari Romawi atau Rukubah (lembah yang sulit dilalui menuju Syam), yang sinarnya menerangi punggung-punggung unta di Bushra (kota pekerja Huran berjarak tiga hari perjalanan dari kota Damaskus).
Hadist Riwayat Turmudzi
Dari Ali ra, Rasulullah saw bersabda, "Jika umatku telah melakukan lima belas perkara, akan muncul malapetaka." Beliau ditanya, "Apa saja, ya Rasulullah ?" Rasulullah menjawab, "(1) Jika harta rampasan perang telah diperebutkan, (2) amanah menjadi (lahan mengeruk) keuntungan, (3) harta zakat ditahan, (4) suami tunduk kepada istrinya, (5) durhaka kepada ibunya, (6) lebih suka berbuat baik kepada temannya, (7) orang tuanya dijauhi, (8) suara-suara lantang (fasik) di masjid-masjid, (9) pemimpin suatu kaum adalah orang yang paling hina, (10) memuliakan seseorang karena takut kejahatannya, (11) meminum khamar, (12) lelaki memakai sutra, (13) mengidolakan biduan, (14) mengidolakan alat musik, dan (15) generasi umat sekarang mengutuk para pendahulunya. Jadi,pada kondisi seperti itu tunggulah (perhatikan) angin kemerah-merahan atau ditenggelamkannya bumi atau dihancurkannya."
Senin, 05 Agustus 2019
Minggu, 04 Agustus 2019
Percakapan Rasulullah Saw dengan Iblis
Rasulullah Saw pernah melakukan dialog dengan iblis, beliau bertanya perihal berapa banyak musuhnya dari kalangan umat Islam, kemudian Iblis pun menjawabnya bahwa musuhnya itu ada 15 (lima belas) golongan, antara lain :
1. Nabi Muhammad Saw
2. Imam dan Pemimpin yang adil
3. Orang kaya yang tawadhu
4. Pedagang yang jujur dan amanah.
5. Orang alim yang mengerjakan shalat dengan khusyuk.
6. Orang Mukmin yang memberi nasihat,
7. Orang mukmin yang berkasih sayang.
8. Orang yang tetap dan cepat bertaubat.
9. Orang yang menjauhkan diri dari segala yang haram.
10. Orang Mukmin yang selalu dalam keadaan suci.
11. Orang mukmin yang banyak bersedekah dan berderma.
12. Orang mukmin yang baik budi dan akhlaknya.
13. Orang mukmin yang bermanfaat kepada sesamanya.
14. Orang yang hafal al-Quran serta selalu membacanya,
15. Orang yang suka mendirikan shalat malam.
Rasulullah juga bertanya perihal jumlah teman iblis dari kalangan umat Islam. Lalu iblis pun menjawab ada 9 (sembilan) golongan, yakni :
1. Hakim yang tidak adil.
2. Orang kaya yang sombong.
3. Pedagang yang khianat.
4. Pemabuk / orang yang suka minum-minuman keras.
5. Pemilik harta riba.
6. Pemakan harta anak yatim.
7. Orang yang selalu lengah dalam mengerjakan shalat (sering meninggalkan shalat).
8. Orang yang enggan memberikan zakat.
9. Orang yang selalu panjang angan-angan.
Maka, semakin tinggi tingkat keimanan dan ketakwaan kaum muslimin, godaan setan akan semakin tinggi pula. Sebaliknya, orang-orang yang tidak menjalankan apa yang diperintah oleh Allah SWT, mereka justru tidak digoda oleh setan. Mengapa? Karena, mereka sudah menjadi sahabat, kalau sudah menjadi sahabat bagaimana mereka akan diganggu?
Lalu, siapakah umat Islam yang bisa terbebas dari godaan setan?
yaitu hamba-hamba Allah yang ikhlas. Sebagaimana firman-Nya, berikut ini :
"Iblis menjawab, 'Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka. (QS. Shaad : 82-83).
Dan apakah godaan setan sukses terhadap umat manusia? Allah berfirman :
"Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian orang-orang yang beriman." (QS. Saba : 20).
Berdasarkan ayat tersebut, Allah telah mengatakan bahwa setan sudah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya. Hal ini dapat kita pahami, banyak manusia di dunia akhirnya mengikuti jejak-jejak setan. Dan Allah telah menginformasikan bahwa kebanyakan manusia menjadi ingkat. Kurang bersyukur. Semua itu merupakan bukti bahwa godaan setan sangat dahsyat. Mereka menggoda manusia dari berbagai arah penjuru, dari depan, belakang, samping, kanan, dan kiri manusia. Dengan demikian hanya orang-orang pilihan (khusus) saja yang dapat membebaskan diri dari godaan setan.
1. Nabi Muhammad Saw
2. Imam dan Pemimpin yang adil
3. Orang kaya yang tawadhu
4. Pedagang yang jujur dan amanah.
5. Orang alim yang mengerjakan shalat dengan khusyuk.
6. Orang Mukmin yang memberi nasihat,
7. Orang mukmin yang berkasih sayang.
8. Orang yang tetap dan cepat bertaubat.
9. Orang yang menjauhkan diri dari segala yang haram.
10. Orang Mukmin yang selalu dalam keadaan suci.
11. Orang mukmin yang banyak bersedekah dan berderma.
12. Orang mukmin yang baik budi dan akhlaknya.
13. Orang mukmin yang bermanfaat kepada sesamanya.
14. Orang yang hafal al-Quran serta selalu membacanya,
15. Orang yang suka mendirikan shalat malam.
Rasulullah juga bertanya perihal jumlah teman iblis dari kalangan umat Islam. Lalu iblis pun menjawab ada 9 (sembilan) golongan, yakni :
1. Hakim yang tidak adil.
2. Orang kaya yang sombong.
3. Pedagang yang khianat.
4. Pemabuk / orang yang suka minum-minuman keras.
5. Pemilik harta riba.
6. Pemakan harta anak yatim.
7. Orang yang selalu lengah dalam mengerjakan shalat (sering meninggalkan shalat).
8. Orang yang enggan memberikan zakat.
9. Orang yang selalu panjang angan-angan.
Maka, semakin tinggi tingkat keimanan dan ketakwaan kaum muslimin, godaan setan akan semakin tinggi pula. Sebaliknya, orang-orang yang tidak menjalankan apa yang diperintah oleh Allah SWT, mereka justru tidak digoda oleh setan. Mengapa? Karena, mereka sudah menjadi sahabat, kalau sudah menjadi sahabat bagaimana mereka akan diganggu?
Lalu, siapakah umat Islam yang bisa terbebas dari godaan setan?
yaitu hamba-hamba Allah yang ikhlas. Sebagaimana firman-Nya, berikut ini :
"Iblis menjawab, 'Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka. (QS. Shaad : 82-83).
Dan apakah godaan setan sukses terhadap umat manusia? Allah berfirman :
"Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian orang-orang yang beriman." (QS. Saba : 20).
Berdasarkan ayat tersebut, Allah telah mengatakan bahwa setan sudah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya. Hal ini dapat kita pahami, banyak manusia di dunia akhirnya mengikuti jejak-jejak setan. Dan Allah telah menginformasikan bahwa kebanyakan manusia menjadi ingkat. Kurang bersyukur. Semua itu merupakan bukti bahwa godaan setan sangat dahsyat. Mereka menggoda manusia dari berbagai arah penjuru, dari depan, belakang, samping, kanan, dan kiri manusia. Dengan demikian hanya orang-orang pilihan (khusus) saja yang dapat membebaskan diri dari godaan setan.
Nasehat Bijak
Kalimat Bijak Syekh Abu al-Mahawid as-Syadzili
Ibadah yang disertai
cinta dunia hanyalah meletakkan hati dan badan. Ia kelihatan banyak, padahal
sedikit. Ia hanya tampak banyak menurut orang yang melakukannya. Ibadah yang
seperti itu bagai raga tanpa nyawa, kosong tanpa isi.
Kalimat Bijak Fudhail Ra
Zaman ini mengharuskan kamu menjaga lidahmu dan menyembunyikan dirimu, serta memperbaiki hatimu. Dan, ambillah yang baik serta tinggalkan yang mungkar.
Kalimat Bijak Umar Bin Khattab
Mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda, "Kiamat tidak akan terjadi sebelum lembah-lembah HIjaz dialiri api hingga menerangi punggung-punggung unta di Bushra. (HR. Ibnu Adiy dalam Al-Kamil)
Rabu, 31 Juli 2019
Beriman Kepada Malaikat
Saat kita masih di bangku SD, guru agama kita telah mengajari kita tentang rukun iman. Salah satu rukun iman adalah beriman kepada Malaikat.
Adapun nama-nama malaikat beserta tugas-tugasnya, antara lain :
1. Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu.
2. Malaikat Ridwan bertugas menjaga surga.
3.Malaikat Malik bertugas menjaga neraka.
4.Malaikat Munkar dan Nakir bertugas di alam kubur (alam barzah)
5. Malaikat Raqib dan 'Atid bertugas mencatat amal baik dan amal buruk manusia.
6. Malaikat Mikail bertugas membagikan rezeki kepada manusia
7. Malaikat Izrail bertugas mencabut nyawa.
8. Malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala pada Hari Kebangkitan.
Keimanan seorang mukmin terhadap malaikat harus mengandung beberapa hal, sebagai berikut :
1. Beriman terhadap wujud (keberadaan) para malaikat.
2. Beriman terhadap nama-nama malaikat.
3. Beriman terhadap sifat-sifat malaikat.
4. Beriman terhadap amalan-amalan dan tugas-tugas malaikat.
Dengan mengimani Malaikat ini, kita bisa menambah ilmu mengenai keagungan, ketakwaan dan kekuasaan Allah Ta'ala, menjadi orang yang pandai bersyukur kepada Allah terhadap penjagaanNya sehingga semakin cinta dan bertakwa kita pada Allah SWT.
Semoga mendapat ilmu dan keimanan kita pada Allah. Wallahu'alam
Adapun nama-nama malaikat beserta tugas-tugasnya, antara lain :
1. Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu.
2. Malaikat Ridwan bertugas menjaga surga.
3.Malaikat Malik bertugas menjaga neraka.
4.Malaikat Munkar dan Nakir bertugas di alam kubur (alam barzah)
5. Malaikat Raqib dan 'Atid bertugas mencatat amal baik dan amal buruk manusia.
6. Malaikat Mikail bertugas membagikan rezeki kepada manusia
7. Malaikat Izrail bertugas mencabut nyawa.
8. Malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala pada Hari Kebangkitan.
Keimanan seorang mukmin terhadap malaikat harus mengandung beberapa hal, sebagai berikut :
1. Beriman terhadap wujud (keberadaan) para malaikat.
2. Beriman terhadap nama-nama malaikat.
3. Beriman terhadap sifat-sifat malaikat.
4. Beriman terhadap amalan-amalan dan tugas-tugas malaikat.
Dengan mengimani Malaikat ini, kita bisa menambah ilmu mengenai keagungan, ketakwaan dan kekuasaan Allah Ta'ala, menjadi orang yang pandai bersyukur kepada Allah terhadap penjagaanNya sehingga semakin cinta dan bertakwa kita pada Allah SWT.
Semoga mendapat ilmu dan keimanan kita pada Allah. Wallahu'alam
Rabu, 12 Juni 2019
Rukun Iman
1. Beriman Kepada Allah
2. Beriman Kepada Malaikat
3. Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah
4. Beriman Kepada Rasul-Rasul Allah
5. Beriman Kepada Hari Akhir
6. Beriman Kepada Qadar
2. Beriman Kepada Malaikat
3. Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah
4. Beriman Kepada Rasul-Rasul Allah
5. Beriman Kepada Hari Akhir
6. Beriman Kepada Qadar
Minggu, 17 Februari 2019
Menyembunyikan Aib
Setiap manusia tidak luput dari suatu kesalahan dan itu adalah aibnya. Dan banyak orang yang sengaja maupun tidak sengaja membuka aibnya sendiri. Padahal Allah telah menutup aibnya. Tidak hanya aib sendiri yang dibuka melainkan salah satu kebiasaan manusia suka membuka aib orang.
Ada suatu kisah dari sahabat Rasulullah Saw yang bernama Umar ibn al-Khathab. Seperti biasa, bila malam tiba Umar selalu berkeliling untuk memeriksa rakyatnya. Pada saat itu, ia ditemani oleh Abdullah ibn Mas’ud ke tempat yang terpencil. Kemudian mereka melihat kerlip dan sayup-sayup terdengar suara nyanyian. Keduanya lalu berjalan menuju arah kerlip itu ternyata berasal dari sebuah rumah. Umar pun mengetuk pintu rumah tersebut. Akan tetapi, tidak ada seorang pun yang menjawab ketukan pintunya.
Umar pun memanjat ke atap rumah. Dan ia pun melihat seorang tua sedang duduk santai, sedang di hadapannya ada cawan minuman dan ada seorang wanita sedang bernyanyi. Sang Khalifah menampakkan diri dan menghardik, “Belum pernah aku melihat pemandangan seburuk yang aku lihat malam ini! Seorang tua yang menunggu ajalnya! Hai musuh Allah, apakah engkau mengira Allah akan menutup aibmu, padahal engkau berbuat maksiat?”
Lalu Orang tua itu membela diri, “Tidak ada seorang muslim pun yang berhak berbicara dengan sesamanya melalui cara demikian. Meskipun aku telah berbuat salah, tetapi pikirkanlah berapa kesalahan yang telah engkau perbuat. Pertama, engkau telah mengintip, walau Allah telah memerintahkan, “Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain” ( QS. Al-Hujurat (49) : 12). Kedua, engkau masuk melalui atap, walaupun Allah telah memerintahkan, “Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.” (QS. An-Nur (24) : 27).
Mendengar jawaban tersebut, Umar merasa sangat malu dan segera mengundurkan diri seraya berkata, “Baiklah, aku memaafkan kesalahanmu.” Tapi, si pemilik rumah berujar, “Ini merupakan pelanggaranmu yang keempat karena jika engkau menyatakan diri sebagai pelaksana hokum Islam, bagaimana mungkin berkata bahwa engkau memaafkan yang salah dalam pandangan Allah?”
Umar hanya menjawab, “Engkau benar!” Ia pun segera keluar menggigit pakaiannya sembari menangis, “Celakalah engkau, Umar, bila Allah tidak mengampunimu. Ada orang yang bersembunyi dari keluarganya. Sekarang dia berkata, “Umar mengetahuiku. Kemudian, keluarganya menguntitnya.”
Sejak saat itu, orang tua tersebut tidak pernah menghadiri majelis Umar. Hingga suatu hari, orang tua itu datang dan duduk di barisan paling belakang, seakan-akan ia bersembunyi dan tidak ingin terlihat dari pandangan Umar. Namun, malangnya Umar telah melihatnya. Kemudian Umar memanggilnya. Tentu saja, orang tua itu berdiri dan berpikir bahwa Khalifah akan mempermalukannya. Di luar dugaan, Umar berkata padanya, “Dekatkan telingamu padaku!” lalu, ia berbisik padanya, “Demi yang telah mengutus Muhammad dengan hak sebagai Rasul, tidak seorang pun akan kuberi tahu apa yang telah kusaksikan pada dirimu. Begitu pula Ibnu Mas’ud yang bersamaku pada malam itu.”
“Ya Amirul Mukminin, dekatkan juga telingamu,” ujar orang tua itu, lalu giliran dia berbisik, “begitu juga dengan saya. Demi yang mengutus Muhammad dengan hak sebagai Rasul, aku tidak pernah kembali pada perbuatan itu sampai aku datang ke majelis ini.”
Mendengar itu, Umar segera bertakbir dengan suara yang keras, “Allahu Akbar!” Melihat hal itu, tentu saja orang-orang yang hadir heran dan tidak mengetahui alasan Umar bertakbir. Dan kedua sahabat itu bersyukur karena telah berhasil menyembunyikan aib sesama muslim.
Lain lagi dengan kisah yang dialami oleh seorang laki-laki yang tergesa-gesa mendatangi Umar. Umar mengira ia akan membawa berita baik, kenyataannya kebalikannya. Ia berkata, “Wahai Amirul Mukminin, aku melihat si Fulan dan Fulanah saling berpelukan di belakang pohon kurma.”
Mendengar berita tersebut, Umar segera mencengkeram kerah bajunya dan mengangkat tongkatnya lalu ia berkata kepada laki-laki tersebut setelah memukulnya satu kali, “Mengapa engkau tidak menutupinya dan engkau berharap dia akan bertobat? Sesungguhnya Rasulullah pernah bersabda, “Barang siapa yang menutupi aib seseorang di dunia, niscaya Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat.”
Kisah tersebut merupakan sebuah kisah yang memberikan suatu pelajaran agar kita sebagai umat muslim untuk menutupi aib orang lain, karena kita sendiri pun juga memiliki suatu aib. Dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda, “Semua umatku akan diampuni, kecuali orang yang terang-terangan melakukan maksiat. Termasuk bentuk terang-terangan maksiat, seseorang melakukan maksiat di malam hari, Allah tutupi sehingga tidak ada yang tahu, namun di pagi hari dia bercerita, “Hai Fulan, tadi malam saya melakukan perbuatan maksiat seperti ini.” Malam hari Allah tutupi kemaksiatannya, pagi harinya dia singkap tabir Allah yang menutupi maksiatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Rujukan :
The Great of Two Umar Kisah Hidup Dua Khalifah Paling Legendaris: Umar ibn al-Khathab dan Umar ibn Abdul Aziz
Rujukan :
The Great of Two Umar Kisah Hidup Dua Khalifah Paling Legendaris: Umar ibn al-Khathab dan Umar ibn Abdul Aziz
Langganan:
Postingan (Atom)
Hadist-Hadist
Hadist Riwayat Bukhari Dari Adiy bin Hatim ra, Rasulullah saw berkata kepadanya, "Jka umurmu panjang, pastilah engkau akan melihat s...
-
Saat kita masih di bangku SD, guru agama kita telah mengajari kita tentang rukun iman. Salah satu rukun iman adalah beriman kepada Malaikat....
-
Rasulullah Sholallahu’alaihi Wassalam bersabda dalam sebuah haditsnya yang diriwayatkan secara Muttafaq’alaih : “ Islam itu dibangun ata...
-
Rasulullah Saw pernah melakukan dialog dengan iblis, beliau bertanya perihal berapa banyak musuhnya dari kalangan umat Islam, kemudian Iblis...
