Rabu, 25 Juli 2018

Kuasailah Ilmu Pengetahuan

menurut Syekh Muhamaad al-Ghazali, rahasia di balik beberapa sabda Rasulullah saw. mengenai keutamaan ilmu adalah bahwa ibadah maupun sedekah orang-orang bodoh sedikit sekali memberikan hasil yang maksimal. mereka sebenarnya ingin memetik manfaat dari amal perbuatannya, namun yang dia dapatkan tidak seperti apa yang diangan-angankan. bahkan seringkali dia membuat orang lain menjadi tersakiti sekalipun dia berniat ingin membuat mereka bahagia. kebodohan orang yang melakukan ibadah biasanya disertai dengan sikap fanatisme yang sangat ekstrim. karena kebodohannya, tanpa disadari dia telah menyakiti orang lain dan menimbulkan sesuatu yang sangat menyulitkan. Berbeda dengan orang-orang yang berilmu, mata hati mereka awas dan menjalani segala sesuatu dengan kesadaran dan ilmu pengetahuan. Sekalipun amal perbuatannya secara kuantitas bisa dibilang sedikit, namun buah yang dihasilkan akan maksimal. Oleh karena itu, Rasulullah swa. telah bersabda : "Seorang ahli fikih lebih berat bagi setan daripada seribu orang ahli ibadah (yang tidak memiliki ilmu)"; "Keutamaan orang yang alim dibandingkan dengan orang yang ahli ibadah adalah seperti keutamaan diriku dibandingkan dengan orang yang derajatnya paling rendah di antara kalian." (HR. Turmidzi) 



Diriwayatkan dari Mu'adz ibn Jabal ra bahwa dia berkata : 

"Pelajarilah ilmu pengetahuan! Mempelajari ilmu karena Allah dianggap sebagai bentuk rasa takut kepada-Nya, mencari ilmu dengan niat untuk dipergunakan ibadah dianggap sebagai ibadah, mengingatnya dianggap sebagai tasbih, membahasnya secara intensif dianggap sebagai jihad, mengajarkannya kepada orang lain dianggap sebagai sedekah, dan mendermakannya pada tempatnya yang benar dianggap sebagai usaha mendekatkan diri kepada Allah. Karena ilmu merupakan alat yang bisa menunjukkan jalan kepada para penghuni surga. Ilmu akan menjadi penerang di waktu kondisi yang tidak bersahabat, menjadi teman dalam keasingan, menjadi teman bicara dalam kesunyian, menjadi petunjuk dalam kondisi suka maupun duka, menjadi senjata ketika melawan musuh, dan menjadi hiasan bagi teman-teman. Dengan ilmu, Allah akan mengangkat derajat sebuah kaum, sehingga Allah akan menjadikan mereka sebagai pelopor dalam kebaikan dan pemimpin yang akan diikuti jejak dan idenya. Malaikat akan senang bersama mereka, sayap malaikat akan digunakan untuk mengusap mereka, bahkan semua makhluk hidup maupun yang mati akan memohonkan ampunan bagi mereka, baik ikan-ikan yang ada di laut, hewan-hewan yang ada di permukaan bumi, hewan buas maupun hewan yang jinak. Karena ilmu pada hakikatnya sumber kehidupan untuk hati dan membebaskannya dari kebodohan. Ilmu juga merupakan pelita bagi nurani dari kegelapan dan mengangkat derajat pemiliknya, baik di dunia maupun di akhirat. Merenungkan ilmu pengetahuan disejajarkan dengan melakukan ibadah puasa dan mempelajarinya disamakan dengan mengerjakan shalat malam. Hubungan silaturahmi bisa dijlain dengan ilmu, halal dan haram bisa diketahui dengan ilmu, bahkan ilmu merupakan imam bagi pemiliknya. Amal perbuatan apa pun akan mengikuti aturan main ilmu. Ilmulah yang menyebabkan orang-orang menjadi bahagia dan tanpa ilmu orang-orang akan celaka." (HR. Ibnu Abdil Barr).

Al-Kumayl, Sulaiman. 2009. Asma'ul Husna for Super Woman. Pustaka Nuun

Hadist-Hadist

Hadist Riwayat Bukhari Dari Adiy bin Hatim ra, Rasulullah saw berkata kepadanya, "Jka umurmu panjang, pastilah engkau akan melihat s...